Ciri dan Doa Agar Terhindar dari Penyakit 'Ain

11:16 AM
Assalamu’alaikum, sahabat.

Kali ini, blog Hidup Sehat ala Rasulullah akan membahas seputar penyakit 'ain, bagaimana ciri-cirinya, dan tentu disertai dengan cara mengobatinya. Ayo simak penjelasan lebih lengkapnya!

ciri-ciri penyakir ain

Penyakit ‘ain adalah penyakit baik pada badan maupun jiwa yang disebabkan oleh pandangan mata orang yang dengki ataupun takjub. Sehingga dimanfaatkan oleh setan dan bisa menimbulkan bahaya bagi orang yang terkena. Ibnul Atsir rahimahullah berkata,

اهبب َسِب ضِرَمف هيف ْترَّثأف دوُسَح وأ ّوُدَع هيلإ رظَن اذإ ٌْن يع ًانلاُف تَباَصأ :لاقي

“Dikatakan bahwa Fulan terkena ‘Ain, yaitu apa bila musuh atau orang-orang dengki memandangnya lalu pandangan itu mempengaruhinya hingga menyebabkannya jatuh sakit”

Sekilas ini terkesan mengada-ada atau sulit diterima oleh akal, akan tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa ‘ain adalah nyata dan ada. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ين
علا هتقبسل ردقلا قباس ءيش ناك ولو ُقح ين علا
“Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya.” ( H.R Muslim)


Penyakit ‘ain bisa mengenai anak-anak

Anak dan bayi bisa terkena ‘ain, apalagi anak-anak dan bayi terkadang menggemaskan dan lucu sehingga banyak yang kagum dan ia lupa membaca doa ketika kagum. Maka anak bisa terkena ‘ain. Gejalanya bisa berupa anak menangis terus menerus tanpa henti, kemudian tidak mau menyusui tanpa sebab yang jelas dan ini terjadi tidak seperti biasanya. Sebagaimana hadits, Aisyah radhiallahu anha berkata,

اَذَه ْمُكِّيِب َصِل اَم َلاَقَف� يِكْبَي� ٍِّي بَص َتْوَص َعِمَسَف َمَّلَسَو ِهْيَلَع ُهَّللا ىَّلَص ُِّي بَّنلا َلَخَد ْتَلاَق َةَشِئاَع ْنَع ِْن يَعْلا ْنِم ُهَل ْمُتْيَق� ْ
رَت� ْسا َّال َّال َهَف� يِكْبَي�

“Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis.Beliau berkata,”Mengapa bayi kalian menangis?Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah-ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit ‘ain?)” ( Shahihul Jami’ 5662)

Bisa juga gejalanya bayi menjadi sangat kurus kering,

ِتْنِب َءاَْم سَِأل ِأل َلاَقَو ِةَّيَْح لا ِةَيْق� ُر ِي ف ٍمْزَح ِلِآ ل َمَّلَسَو ِهْيَلَع ُهَّللا ىَّلَص ُِّي بَّنلا َصَّخَر ِهَّللا ِدْبَع َنْب َرِباَج ْنَع

عِرْسُت ُْن يَعْلا ْنِكَلَو َال َال ْتَلاَق ُةَجاَْح لا ْمُهُب􀆦يِصُت ًةَعِراَض يِخَأ ِي نَب َماَسْجَأ ىَرَأ ِي ل اَم ٍسْيَمُع ْمِهيِقْرا َلاَق ْمِهْيَلِإ

Dari Jabir radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais,

”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab : “tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata beliau,”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka!” (H.R Muslim)

Cara mencegah dan mengobati ‘ain pada anak

1. Sering-sering membacakan doa perlindungan kepada anak ketika anda bersama anak anda. Doa tersebut adalah

ٍةَّمَال َال ٍْن يَع ِّلُك ْنِمَو ٍةَّماَهَو ٍناَطْيَش ِّلُك ْنِم ِةَّماَّتلا ِهَّللا ِتاَمِلَكِب اَمُكُذيِعُأ
“Aku berlindung kepada Allah untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala syaitan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat.” (H.R abu Daud)

2. Jangan terlalu sering menceritakan atau membangga-banggakan anak kita pada orang lain
3. Jika sudah terkena maka bisa menempuh
Solusi yang bisa Anda coba jika sudah terkena penyakit 'ain yaitu dengan melakukan cara berikut:

a. Jika orang yang mengenai ‘ain diketahui
maka ia diminta untuk mandi atau berwudhu kemudian air bekas orang tadi digunakan untuk mandi/disiram atau di basuh pada orang yang terkena ‘ain. Sebagaimana dalam kisah hadits mengenai Sahl bin Hunaif yang terkena ‘ain maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada pelakunya, 

ثم حدق في هرازإ ةلخادو هيلجر فارطأو هيتبكرو هيقفرمو هيديو ههجو لسغف هل لستغأ لعفف هءارو حدقلا ئفكي ثم هفلخ نم هرهظو هسأر ىلع لجر هبصي هيلع ءالما كلذ بص سأب هب سيل سانلا عم لهس حارف كلذ هب

“Mandilah untuknya !”. Kemudian ‘Amir mencuci mukanya, kedua tangannya, kedua sikunya, kedua lututnya, jari-jari kedua kakinya, dan bagian dalam kainnya di dalam bejana. Kemudian (air bekas mandi itu) disiramkan kepada Sahl)oleh seseorang ke kepalanya dan punggungnya dari arah belakangnya. Kemudian bejana terebut ditumpahkan isinya di belakangnya. Maka setelah hal itu dilakukan, Sahl kembali bersama orang-orang dalam keadaan tidak kurang suatu apa (sehat kembali).” (H.R Ahmad)

Bisa juga dengan wudhu, jika pelakunya tidak memungkinkan mandi. Dari ‘Aisyah radliallaahu ‘anha ia berkata,

هنم لستغي ثم أضوتيف نئاعلا رمؤي ناك تلاق اهنع لىاعت للها ىضر ةشئاع نع ين علما
“Orang yang melakukan ‘Ain diperintahkan agar berwudlu kemudian orang yang terkena ‘Ain mandi dari air (bekas wudlu tadi)” (H.R Abu Daud, shahih)

b. Menaruh tangan ke atas kepala penderita ‘Ain kemudian membaca doa

ُللها ٍدِساَح ٍْن يَع ْوَأ ٍسْفَن􀇻 ِّلُك ِّرَش ْنِم َكْيِذْؤُي� ٍءْيَش ِّلُك ْنِم َكْيِقْرَأ ِللها ِمْسِب َكْيِقْرَأ ِللها ِمْسِب َكْيِفْشَي
“Dengan nama Allah, aku meruqyahmu dari setiap sesuatu yang menyakitimu dab dari kejelekan setiap jiwa atau mata yang dengki. Allah-lah yang menyembuhkanmu. Dengan nama Allah aku meruqyahmu” (H.R muslim)

Atau doa,

ْيِذ ِّرَش ْنِمَو َدَسَح اَذِإ ٍدِساَح ِّرَش ْنِمَو َكْيِفْشَي ٍءاَد ِّلُك ْنِمَو َكْيِْر بُي� ِللها ِمْسِب ٍْنيَع

“Dengan nama Allah, mudah-mudahan Dia membebaskanmu, dari setiap penyakit, mudah-mudahan Dia akan menyembuhkanmu, melindungimu dari kejahatan orang dengki jika dia mendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai ‘Ain (mata dengki)” (H.R Muslim)

c. Meruqyah dengan membaca surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas

Demikianlah ulasan kami mengenai apa itu penyakit 'ain dan bagaimana cara mengatasinya. Semoga tulisannya bermanfaat dan jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada kerabat lainnya ya :)
Previous
Next Post »
0 Komentar

Ada yang kurang jelas? Silahkan tuliskan di komentar :)